TINGKAT PENDIDIKAN DAN KESENJANGAN KONSUMSI RUMAH TANGGA ANTARWILAYAH DI SULAWESI SELATAN
Main Article Content
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan berdasarkan indikator Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan kaitannya dengan kesenjangan konsumsi rumah tangga antarwilayah di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu data RLS tahun 2025 dan data pengeluaran konsumsi rumah tangga berdasarkan Susenas Maret 2024. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan capaian RLS dan proporsi pengeluaran makanan serta bukan makanan pada kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RLS Sulawesi Selatan tahun 2025 sebesar 9,00 tahun. Wilayah kota memiliki rata-rata RLS lebih tinggi, yaitu 11,22 tahun, dibandingkan wilayah kabupaten sebesar 8,38 tahun. Kota Makassar mencatat RLS tertinggi sebesar 11,59 tahun, sedangkan Kabupaten Jeneponto terendah sebesar 7,02 tahun. Dari sisi konsumsi rumah tangga, persentase konsumsi makanan Sulawesi Selatan sebesar 49,62% dan konsumsi bukan makanan sebesar 50,38%. Kota Parepare memiliki proporsi konsumsi makanan terendah sebesar 40,45%, sedangkan Kabupaten Jeneponto tertinggi sebesar 57,91%. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi bahwa wilayah dengan RLS lebih tinggi cenderung memiliki proporsi konsumsi makanan lebih rendah dan konsumsi bukan makanan lebih tinggi. Dengan demikian, pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendapatan, dan kesejahteraan rumah tangga. Namun, penelitian ini bersifat deskriptif sehingga tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung.