PENGARUH KEPEMIMPINAN SITUSIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMAN 18 GOWA

Main Article Content

Abdul Rahman
Suharto
Andi Aris Mattunruang

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan situasional yang diterapkan oleh kepala sekolah serta motivasi kerja guru memengaruhi tingkat kinerja guru di SMAN 18 Gowa. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kinerja guru, yang dipengaruhi oleh efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dan tingkat motivasi kerja yang dimiliki oleh setiap tenaga pendidik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Seluruh guru di SMAN 18 Gowa yang berjumlah 60 orang dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh karena jumlah populasi relatif terbatas. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang didukung oleh kegiatan observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan situasional kepala sekolah memberikan pengaruh positif sekaligus signifikan terhadap kinerja guru, yang dibuktikan oleh nilai t-hitung sebesar 4,368 dengan tingkat signifikansi 0,000, lebih kecil daripada 0,05. Variabel motivasi kerja juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, dengan nilai t-hitung sebesar 4,318 dan signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Pengujian secara simultan memperlihatkan bahwa kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja guru, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 38,443 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05). Selain itu, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,675 mengindikasikan bahwa sebesar 67,5% perubahan atau variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kepemimpinan situasional kepala sekolah dan motivasi kerja, sedangkan sisanya sebesar 32,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak menjadi bagian dari penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan situasional kepala sekolah yang diiringi dengan tingginya motivasi kerja guru akan berdampak pada semakin optimalnya kinerja guru di SMAN 18 Gowa.

Article Details

Section

Articles

References